Gedongtengen, Yogyakarta -
Jajaran personel Polsek Gedongtengen dipimpin oleh Aiptu Aris Purwanto
mengikuti kegiatan pengamanan penataan kawasan cagar budaya dan fasilitas umum
di sisi selatan Stasiun Yogyakarta, Kamis (2/7/2026). Langkah penertiban
terpadu ini menyasar area bekas Gudeg Yu Djum guna menciptakan lingkungan
stasiun yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa kereta api.
Agenda penataan difokuskan
pada pembersihan area jalan, trotoar, dan kawasan parkir yang selama ini
digunakan oleh lapak tanpa izin dan pedagang kaki lima (PKL). Langkah tegas ini
diambil untuk mengembalikan fungsi utama kawasan stasiun sebagai ruang publik
yang representatif serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di salah
satu kawasan strategis Kota Yogyakarta.
Kegiatan di lapangan
dipantau langsung oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen, Pargiyat,
S.I.P. Operasi ini melibatkan unsur lintas sektoral yang kuat, meliputi
personel BKO Satpol PP Kemantren Gedongtengen di bawah komando Anang Rustanto
Susilo, anggota Koramil Gedongtengen, personel Polsek Gedongtengen, serta
jajaran manajemen PT KAI.
Pelaksanaan pengamanan
dijalankan secara humanis dengan mengedepankan komunikasi dua arah dan
koordinasi yang baik antarinstansi. Pola pendekatan ini terbukti efektif dalam
menjaga situasi di lapangan tetap kondusif, sehingga seluruh proses pembersihan
material dan penataan lahan berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas
perjalanan kereta maupun roda perekonomian warga sekitar.
Aiptu Aris Purwanto
menyatakan bahwa kehadiran personel kepolisian di lokasi bertujuan untuk
mengantisipasi potensi gesekan serta menjamin keamanan seluruh petugas kebersihan
dan pihak terkait selama bekerja.
"Kami dari Polsek
Gedongtengen mendampingi pihak Kemantren dan PT KAI untuk memastikan proses
penataan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Pendekatan yang kami
lakukan sangat humanis; kami mengutamakan dialog agar para pelaku usaha di sini
memahami bahwa langkah ini demi kepentingan publik yang lebih besar. Sisi
selatan stasiun merupakan wajah utama kedatangan wisatawan di Jogja, sehingga
penataan trotoar dan jalur jalan ini menjadi keharusan agar estetika kota dan
kenyamanan pejalan kaki dapat kembali berfungsi dengan optimal," jelas
Aiptu Aris Purwanto.
Melalui penataan terpadu
ini, gerbang utama Kota Yogyakarta tersebut kini terlihat lebih bersih dan
rapi. Hubungan kerja sama lintas sektoral yang harmonis ini menjadi bukti
keselarasan bersama dalam mewujudkan tata ruang kota yang tertib dan membawa
manfaat bagi masyarakat luas. (Humas Polsek Gedeongtengen)


No comments:
Write comment