Pakualaman, Yogyakarta - Peristiwa
kebakaran melanda sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat penggilingan
kelapa dan warung makan di wilayah Kemantren Pakualaman. Insiden tersebut
terjadi di Jalan Sultan Agung, tepatnya di sisi samping SPBU Sentul, Kelurahan
Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Sabtu sore (11/7/2026) sekitar pukul
16.30 WIB.
Tempat usaha yang terbakar
tersebut diketahui milik Endri Rahmanto (41), seorang warga Surokarsan,
Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian,
Panji Catur Pamungkas (23), api sempat membesar dan memicu kepulan asap tebal
di sekitar area yang berdekatan dengan fasilitas pengisian bahan bakar tersebut.
Kapolsek Pakualaman AKP
Margono, S.H., M.A.P. mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal,
peristiwa bermula ketika pemilik warung bersama saksi sedang berada di area
depan toko. Mereka tiba-tiba mendengar suara letupan kecil berupa bunyi percikan
listrik dari arah dalam ruangan. Saat pemilik melakukan pengecekan ke bagian
dalam, didapati api sudah berkobar pada salah satu unit lemari pendingin
(kulkas) yang diduga kuat akibat korsleting listrik.
Lantaran kobaran api
menyebar dengan cepat pada material bangunan dan menghasilkan asap pekat, upaya
mandiri untuk memadamkan api tidak membuahkan hasil. Pemilik dan saksi kemudian
menyelamatkan diri ke luar ruangan sembari meminta pertolongan warga sekitar,
lalu segera menghubungi jajaran Polsek Pakualaman dan Dinas Pemadam Kebakaran
dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta.
Mendapat laporan bahaya
kebakaran di dekat objek vital SPBU, jajaran Polsek Pakualaman langsung
menerjunkan personel ke lokasi. Petugas kepolisian bergerak cepat mengamankan
area sekitar, membatasi ruang gerak warga yang mendekat agar tidak membahayakan
diri, membantu evakuasi barang berharga, serta melakukan pengaturan arus lalu
lintas di Jalan Sultan Agung guna menjamin kelancaran jalur armada pemadam.
Amukan si jago merah akhirnya
berhasil diredam setelah petugas Damkarmat Kota Yogyakarta melakukan lokalisir
dan penyemprotan air secara intensif. Petugas kemudian melanjutkan proses
pendinginan guna memastikan seluruh bara api telah padam sepenuhnya dan tidak
memicu penyalaan ulang.
Akibat insiden ini, satu
unit kulkas beserta seluruh isinya hangus terbakar, serta bagian atap seng
bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai
Rp 3.000.000,-. Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka
dalam musibah ini.
AKP Margono, S.H., M.A.P.
menyatakan bahwa saat ini area sekitar warung masih dipasang garis polisi guna
keperluan penyelidikan lebih lanjut serta menjaga keutuhan tempat kejadian
perkara (TKP).
"Penyebab pasti
kebakaran masih menunggu hasil olah TKP menyeluruh dari tim identifikasi.
Namun, respons cepat dari petugas gabungan di lapangan berhasil menyekat
penjalaran api sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitarnya maupun ke area
SPBU. Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan warga masyarakat untuk
lebih teliti dalam mengecek kelayakan instalasi listrik secara berkala,
menghindari penggunaan steker bertumpuk, serta memastikan perangkat elektronik
dalam kondisi aman saat ditinggalkan guna mencegah terjadinya musibah serupa,"
pungkas AKP Margono. (Humas Polsek Pakualaman)


No comments:
Write comment