Gondomanan, Yogyakarta - Kapolsek Gondomanan AKP
Basungkawa, S.H., M.H. memimpin langsung pengamanan gelaran seni bertajuk
"O, (Nol Koma) #1: Ruang Awal, Ruang Bersama" yang berlangsung di
kawasan Titik Nol Kilometer Sumbu Filosofi Yogyakarta, Jumat sore (10/7/2026).
Acara yang dimulai pukul 16.30 WIB ini diinisiasi oleh
komunitas "Malioboro Classical Jogja" yang berkolaborasi dengan
"Pabrik Seni Suara". Menggunakan pendekatan pertunjukan publik
terbuka (Open Public Performance) dan multigenre, agenda ini dihadiri sekitar
200 hadirin dari kalangan pegiat literasi, musisi, serta masyarakat luas.
Gelaran ini juga menandai peresmian simbolik Monumen Digital Umbu Landu
Paranggi, sosok penyair legendaris yang dijuluki "Presiden
Malioboro".
Sejumlah tokoh hadir dalam perhelatan budaya ini, antara
lain Wali Kota Yogyakarta Dr.(HC) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., Anggota DPRD
DIY fraksi PDIP R.B. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si., Kasat Binmas Polresta
Yogyakarta Kompol Antu Nugrahanto Atmojoputro, S.H. yang mewakili Kapolresta,
Ketua Malioboro Classical Jogja Seno Prawoto, serta penanggung jawab acara
Nescy Yosias Frans. Berbagai perwakilan kantong seni seperti MSC, JSP, MAC,
Tratag Budaya Estetik, Antero Idea Work, L ASRI, hingga Mata Emprit juga tampak
membaur di lokasi.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan resmi dan kunjungan
ke area pameran seni rupa. Memasuki malam hari, suasana Titik Nol Kilometer
kian hangat oleh deretan penampilan panggung sastra dan musik, mulai dari Diar
& Friends, Partikelir, Aan Stones, Suharyoso SK, Tjongpick, Jagger,
Strumjiwa, Beauty Disaster, Wani Darmawan, Alceena Inside, Akrosh, Saut
Situmorang, Sirkus Barock, hingga Kelompok Penyanyi Jalanan Malioboro (KPJM).
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo
mengapresiasi kebersamaan para seniman lintas generasi ini. Ia menyatakan bahwa
kebudayaan Yogyakarta itu hidup di ruang publik dan di jalanan, bukan hanya di
dalam museum. Senada dengan hal itu, anggota DPRD DIY R.B. Dwi Wahyu menegaskan
bahwa ekosistem seni harus terus diberi ruang karena mampu bertransformasi
menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang menyejahterakan warga.
Guna memastikan jalannya acara yang menggunakan ruang
terbuka publik ini berjalan tertib, Polsek Gondomanan menerapkan pengamanan
berlapis di sekitar area pedestrian.
Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa, S.H., M.H.
menjelaskan bahwa penyiapan personel dilakukan secara matang mengingat lokasi
acara berada di pusat urat nadi wisata dan pertemuan arus lalu lintas
kendaraan.
"Pengamanan ini melibatkan personel gabungan dari
Polsek Gondomanan, Polresta Yogyakarta, serta instansi terkait seperti Satpol
PP dan Dinas Perhubungan. Kehadiran petugas di lapangan disebar pada titik
perimeter luar untuk mengatur arus penyeberang jalan dan mencegah kepadatan
lalu lintas, serta di area dalam guna memastikan kenyamanan para seniman dan
pengunjung," jelas AKP Basungkawa.
Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan bahwa kegiatan
"O, (Nol Koma) #1" ini merupakan wadah apresiasi seni yang sehat dan
inklusif. Acara ini berfungsi menjadi program memorial budaya untuk merawat
jejak serta ingatan kolektif masyarakat terhadap tokoh-tokoh sastra besar yang
membentuk karakter Malioboro.
Hingga seluruh penampilan musisi dan penyair selesai
dipentaskan pada tengah malam, situasi di kawasan Titik Nol Kilometer tetap
berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. (Humas Polsek Gondomanan)


No comments:
Write comment