Andong dan becak merupakan
ikon budaya sekaligus daya tarik wisata Kota Yogyakarta yang memiliki peran
penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Keberadaannya menjadi bagian dari identitas Kota Yogyakarta yang harus dijaga
bersama, termasuk melalui perilaku tertib dalam berlalu lintas dan mematuhi ketentuan
parkir.
Sehubungan dengan hal
tersebut, Polresta Yogyakarta mengajak seluruh kusir andong dan pengayuh becak
untuk tidak memarkirkan kendaraannya secara sembarangan, khususnya di sepanjang
Jalan Malioboro dan kawasan sekitarnya. Kendaraan yang berhenti atau parkir di
badan jalan maupun pada lokasi yang bukan peruntukannya dapat menghambat
kelancaran arus lalu lintas, mengurangi ruang gerak pengguna jalan, serta
meningkatkan potensi terjadinya kemacetan dan kecelakaan.
Saat ini, Pemerintah Daerah
DIY bersama instansi terkait terus melakukan penataan kawasan Malioboro agar
semakin tertib, ramah bagi pejalan kaki, serta nyaman bagi masyarakat dan
wisatawan. Keberhasilan penataan tersebut memerlukan dukungan dari seluruh
pengguna jalan, termasuk para kusir andong dan pengayuh becak, melalui
kepatuhan terhadap aturan dan arahan petugas di lapangan.
Selama ini, petugas
Kepolisian telah secara rutin memberikan imbauan, edukasi, dan pendekatan
secara persuasif. Namun demikian, masih ditemukan adanya andong maupun becak
yang parkir tidak pada tempat yang telah ditentukan. Oleh karena itu, Polresta
Yogyakarta kembali mengimbau seluruh kusir andong dan pengayuh becak agar
memanfaatkan lokasi mangkal atau titik tunggu yang telah disediakan serta tidak
berhenti di titik-titik yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Mari bersama-sama menjaga
wajah Kota Yogyakarta sebagai kota budaya dan destinasi wisata yang aman,
tertib, nyaman, serta memberikan kesan positif bagi setiap masyarakat maupun
wisatawan. Tertib parkir bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap peraturan,
tetapi juga wujud kepedulian dalam menciptakan lalu lintas yang lancar, aman,
dan berkeselamatan, sekaligus menjaga citra baik Kota Yogyakarta sebagai kota
yang tertib dan berbudaya. (Magang)


No comments:
Write comment