Kota
Yogyakarta - Bullying atau perundungan sering kali bermula dari hal yang
dianggap sederhana. Mengejek, menertawakan, menghina, mendorong, mengucilkan,
atau mempermalukan seseorang tidak dapat selalu dianggap sebagai candaan. Bagi
korban, perlakuan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan memengaruhi
kehidupan sehari-hari.
Bullying
tidak hanya berupa kekerasan fisik. Perkataan yang merendahkan, penghinaan,
hingga tindakan mengucilkan seseorang dari lingkungan pergaulan juga merupakan
bentuk perundungan. Karena itu, setiap orang perlu memahami batas antara
bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Perundungan
juga dapat terjadi di ruang digital atau cyberbullying. Ejekan, penghinaan,
komentar yang merendahkan, maupun penyebaran foto atau video untuk
mempermalukan seseorang dapat tersebar dengan cepat melalui media sosial.
Dampaknya pun dapat dirasakan lebih luas dan terus berulang meskipun korban
sudah meninggalkan lingkungan tempat kejadian.
Korban
bullying dapat merasa malu, kehilangan kepercayaan diri, takut bergaul, sulit
berkonsentrasi, bahkan enggan datang ke sekolah atau tempat tertentu. Kondisi
tersebut menunjukkan bahwa perundungan bukan persoalan sepele dan tidak
seharusnya dibiarkan.
Peran
orang-orang di sekitar juga sangat diperlukan. Jangan ikut menertawakan,
menyebarkan, atau memberikan perhatian yang membuat tindakan perundungan
semakin dianggap sebagai hiburan. Jika melihat seseorang menjadi korban
bullying, jangan diam. Berikan dukungan dan sampaikan kepada orang dewasa yang
dipercaya, guru, orang tua, atau pihak yang dapat membantu.
Hentikan
bullying mulai dari diri sendiri.
Jangan
mengejek orang lain.
Jangan
mempermalukan seseorang sebagai bahan candaan.
Jangan
mengucilkan karena perbedaan.
Jangan
menyebarkan konten yang merendahkan orang lain.
Dan
jangan diam ketika melihat perundungan terjadi.
STOP
BULLYING.
Berani
bicara. Berani membantu. Berani menghentikan perundungan.
Jangan
anggap sepele bullying. Apa yang mungkin dianggap sebagai candaan oleh
seseorang, dapat menjadi pengalaman yang menyakitkan bagi orang lain. (Magang)


No comments:
Write comment