Polresta Yogyakarta -
Kebakaran di gedung bertingkat maupun area publik dapat terjadi sewaktu-waktu
dan berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerugian material. Kurangnya
pemahaman mengenai penyebab kebakaran dan prosedur evakuasi dapat memperbesar
risiko ketika keadaan darurat terjadi.
Kebakaran sering kali dipicu
oleh kelalaian manusia maupun kurangnya perawatan sarana dan prasarana.
Beberapa penyebab yang perlu diwaspadai antara lain korsleting listrik akibat
beban berlebih atau penggunaan kabel yang tidak sesuai standar, kebocoran gas,
puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta penempatan bahan mudah terbakar
di dekat sumber panas.
Bahaya kebakaran juga tidak
hanya berasal dari api. Asap tebal dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan
seseorang kehilangan kesadaran. Kepanikan saat proses evakuasi juga dapat
menimbulkan risiko lain, seperti saling dorong atau terjatuh.
Apabila terjadi kebakaran di
dalam gedung, masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melakukan langkah
penyelamatan diri.
Pertama, segera beri
peringatan. Jika melihat titik api atau mendengar alarm kebakaran, hentikan
aktivitas dan segera beri tahu orang di sekitar. Apabila tersedia, aktifkan
Fire Alarm atau Manual Call Point terdekat.
Kedua, gunakan APAR apabila
kondisi memungkinkan. Jika api masih kecil dan aman untuk ditangani, gunakan
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) terdekat. Pastikan penggunaan APAR dilakukan
sesuai petunjuk dan jangan memaksakan diri apabila api sudah membesar.
Ketiga, segera lakukan
evakuasi. Jika api tidak dapat dikendalikan, tinggalkan gedung melalui jalur
evakuasi dan tangga darurat dengan tertib. Jangan menggunakan lift, karena
dapat berhenti atau terjebak ketika terjadi gangguan listrik. Hindari kepanikan
dan jangan saling mendorong.
Apabila terdapat asap tebal,
usahakan berada serendah mungkin dan lindungi hidung serta mulut dengan kain
untuk mengurangi paparan asap. Jangan kembali masuk ke dalam gedung untuk
mengambil barang atau mencari orang lain. Serahkan proses penyelamatan kepada
petugas yang berwenang.
Keempat, menuju titik
kumpul. Setelah berhasil keluar dari gedung, segera menuju assembly point atau
titik kumpul yang telah ditentukan. Tetap berada di lokasi tersebut dan ikuti
arahan petugas agar proses pendataan dan pemeriksaan penghuni dapat dilakukan.
Sebagai langkah pencegahan,
masyarakat dan pengelola gedung diimbau rutin memeriksa instalasi listrik,
memastikan peralatan keselamatan seperti APAR dalam kondisi layak, tidak
menumpuk bahan mudah terbakar di dekat sumber panas, serta mengenali jalur dan
pintu evakuasi sejak awal.
Kenali potensi bahaya,
jangan panik saat keadaan darurat, dan utamakan keselamatan jiwa. Kebakaran
dapat dicegah, dan kesiapsiagaan dapat menyelamatkan nyawa. (Magang)


No comments:
Write comment