Danurejan, Yogyakarta - Jajaran personel Polsek Danurejan
Polresta Yogyakarta melaksanakan pengamanan ketat dalam acara penyambutan
rombongan Biksu lintas negara peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 pada
Senin (25/5/2026) sore.
Kegiatan akbar yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB
hingga selesai ini digelar di Bangsal Kompleks Kantor Kepatihan, Jalan
Suryatmajan, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta.
Pengamanan di plot pintu masuk utama dan jalur protokol dipimpin langsung oleh
Kapolsek Danurejan, AKP Annas Ma'ruf Zamroni, S.H., M.A.P., guna memastikan
kelancaran arus lalu lintas dan kondusivitas area sekitar Kantor Gubernur DIY.
Acara penyambutan resmi ini dihadiri oleh jajaran
petinggi daerah dan tokoh nasional, di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan
Hamengku Buwono X, Danrem 072/PMK Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos.,
M.Si., M.Sc., Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., Irwasda Polda
DIY Kombes Pol Bambang Purwanto, S.I.K., Dandim Yogyakarta Kolonel Inf Arif
Setiyono, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Dr. Desy Meutia Firdaus, S.H.,
M.Hum., Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., Walikota Yogyakarta
dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG., serta ulama kondang Gus Muwafiq. Kehadiran mereka
berpadu dengan kepanitiaan pusat dan daerah, perwakilan wihara, serta komunitas
Buddha DIY untuk menyambut 52 biksu asal Laos, Malaysia, Thailand, ditambah 6
biksu dari Pasuruan Jawa Timur yang melakukan perjalanan spiritual jalan kaki
dari Bali menuju Candi Borobudur.
Rangkaian agenda diawali dengan prosesi sakral tabur bunga
di pintu Gerbang Barat Kepatihan saat menyambut langkah kaki para biksu yang
menembus aspal sejauh 5 hingga 10 jam per hari secara sederhana tanpa menginap
di hotel. Dalam laporan Ketua Panitia Pusat IWFP 2026, Dr. Tosin, S.H., M.H.,
disampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan luar biasa dari
seluruh elemen masyarakat di sepanjang rute. Sementara itu, Gubernur DIY Sri
Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini
merupakan suatu kehormatan bagi Pemda DIY. Sultan menyatakan bahwa Indonesia
Walk for Peace bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbolisasi langkah
maju menuju masa depan bangsa yang harmonis melalui penyebaran energi positif
antarumat beragama untuk mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekayaan
yang menyatukan bangsa.
Selepas sesi ramah tamah, penyerahan cinderamata, dan
foto bersama pada pukul 17.05 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan dengan
berjalan kaki dari kompleks Kepatihan menuju pertigaan Sultan Agung (depan STM
Taman Siswa). Untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan akibat banyaknya
tamu undangan serta masyarakat yang antusias menyaksikan prosesi ini, personel
Polsek Danurejan disiagakan di pos-pos strategis pintu masuk guna melakukan
penataan arus lalu lintas, sehingga seluruh rangkaian acara kenegaraan dan
keagamaan tersebut dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.
Kapolsek Danurejan AKP Annas Ma'ruf Zamroni, S.H.,
M.A.P., mengatakan, "Kami menerjunkan personel gabungan untuk mengamankan
jalannya penyambutan rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 di Kompleks Kantor
Kepatihan ini. Fokus utama pengamanan kami adalah menempatkan petugas di
titik-titik krusial seperti pintu masuk dan pintu keluar guna mencegah
terjadinya kemacetan arus lalu lintas akibat tingginya volume kendaraan tamu
undangan serta antusiasme warga yang ingin melihat langsung. Kegiatan ini
membawa pesan perdamaian dan toleransi yang sangat mendalam antarumat beragama,
dan kami bersyukur seluruh rangkaian acara sore hari ini dapat terlaksana
dengan lancar, tertib, dan aman kondusif berkat kerja sama seluruh pihak di
lapangan." (Humas Polsek Danurejan)


No comments:
Write comment