Mantrijeron,
Yogyakarta - Personel Polsek Mantrijeron Polresta Yogyakarta melaksanakan
pengamanan kegiatan tradisi Laku Lampah Malam 1 Suro Mubeng Beteng Keraton
Yogyakarta yang melintasi wilayah Simpang Empat Pojok Beteng Barat dan Simpang
Tiga Gading, Kemantren Mantrijeron, Rabu (17/06/2026). Pengamanan dipimpin langsung
oleh Kapolsek Mantrijeron AKP Mujiyanto, S.Sos., dan merupakan bagian dari
pengamanan terpadu yang melibatkan Polresta Yogyakarta beserta jajaran Polsek,
TNI, Pemerintah Daerah, instansi terkait, relawan, Linmas, Jaga Warga, serta
unsur pengamanan lainnya.
Pengamanan
dilaksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya dan spiritual
masyarakat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta memberikan rasa
nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan jalannya prosesi.
Personel ditempatkan pada sejumlah titik strategis guna melaksanakan pengaturan
arus lalu lintas, pengamanan jalur peserta, serta memberikan pelayanan kepada
masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Kapolsek
Mantrijeron AKP Mujiyanto mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal
dengan mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan kepada masyarakat.
"Tradisi
Laku Lampah Malam 1 Suro merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah,
spiritual, dan filosofi yang tinggi bagi masyarakat Yogyakarta. Oleh karena
itu, Polri bersama seluruh unsur pengamanan berkomitmen memberikan pelayanan
terbaik agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kami
juga mengajak seluruh peserta maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga
ketertiban, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama
mengikuti rangkaian kegiatan," ujar AKP Mujiyanto.
Tradisi
Topo Bisu Mubeng Beteng merupakan agenda budaya tahunan yang selalu
dilaksanakan dalam menyambut datangnya Tahun Baru Jawa atau Malam 1 Suro.
Ribuan masyarakat memadati kawasan Keraton Yogyakarta untuk mengikuti prosesi
yang sarat makna tersebut.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan pelantunan tembang Macapat pada pukul 21.00 WIB,
dilanjutkan prosesi pembukaan pada pukul 23.00 WIB, kemudian peserta
diberangkatkan tepat pukul 24.00 WIB untuk melaksanakan ritual Topo Bisu, yaitu
berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta sejauh kurang lebih lima
kilometer tanpa berbicara sebagai bentuk perenungan, pengendalian diri, dan
introspeksi.
Adapun
rute yang dilalui peserta dimulai dari Bangsal Kamandungan Lor Keraton
Yogyakarta menuju Jalan Rotowijayan, Jalan Kauman, Jalan H. Agus Salim, Jalan
KH Wahid Hasyim, Jalan Suryowijayan, Jalan MT Haryono, Jalan Mayjend Sutoyo,
Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ibu Ruswo, Jalan Pekapalan Alun-alun Utara,
kemudian kembali melalui Jalan Rotowijayan dan berakhir di Bangsal Kamandungan
Lor Keraton Yogyakarta.
Selama
kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Mantrijeron terpantau
aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel pengamanan diharapkan dapat
memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung kelestarian tradisi
budaya yang menjadi bagian dari identitas dan kearifan lokal Daerah Istimewa
Yogyakarta. (Humas Polsek Mantrijeron)


No comments:
Write comment