Kotagede,
Yogyakarta - Menjamin kelancaran kegiatan adat kewilayahan sekaligus menjaga
kondusifitas kamtibmas di malam pergantian tahun baru Islam, jajaran Polsek
Kotagede Polresta Yogyakarta hadir memberikan pengamanan. Kapolsek Kotagede,
AKP Sutarto, S.H., M.M., bersama jajaran personelnya mengamankan agenda Doa
Bersama Malam 1 Suro (1 Muharram 1448 H) dan tradisi Puter Gelang yang digelar
oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Yogyakarta pada Senin
(15/06/2026) malam mulai pukul 20.00 WIB.
Kegiatan
bernuansa spiritual dan budaya ini dipusatkan di Limasan Kotagede, Jalan
Gedongkuning No. 1, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta.
Agenda tahunan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Syuran Bapak Dedit
Teguh Waluyo bersama Koordinator Kegiatan Bapak Sholeh Rahmat Hidayat.
Acara
yang diikuti oleh sekitar 120 orang warga PSHT Cabang Kota Yogyakarta ini
diawali dengan khusyuk lewat pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh
PSHT Cabang Kota Yogyakarta, Bapak Sularjo. Agenda ini turut dihadiri oleh
jajaran Pengurus Cabang, para Ketua Ranting dan Rayon se-Kota Yogyakarta, serta
warga PSHT lintas generasi.
Dalam
sambutannya, Bapak Sularjo menekankan bahwa bulan Suro merupakan momentum
sakral bagi organisasi untuk merefleksikan diri agar senantiasa menjadi manusia
yang berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah.
"Sesuai
dengan ajaran luhur kita, Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti
(segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dilebur dengan
sikap bijak, lembut, dan kasih sayang). Mari kita jadikan malam ini sebagai momentum
untuk membersihkan hati dan mempererat tali persaudaraan. Kita tunjukkan bahwa
PSHT selalu hadir membawa manfaat, menjaga ketertiban, dan menjunjung tinggi
falsafah setia pada hati sendiri di Kota Yogyakarta," pesan Bapak Sularjo.
Usai
memanjatkan doa keselamatan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi inti tradisi
Puter Gelang, yaitu ritual berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki di
keheningan malam menyusuri rute yang telah ditentukan sebagai simbol
keprihatinan dan permohonan perlindungan kepada Yang Maha Kuasa.
Ritual
internal yang diikuti oleh pengurus, warga, serta siswa sabuk putih ini menempuh
rute yang cukup panjang, Start: Limasan Kotagede menuju ke selatan melintasi
Jalan Kemasan, Menuju kawasan Pasar/Kantor Pos Kotagede, lalu belok kiri ke
Jalan Karanglo, Dari Simpang 4 Karangturi belok kiri menyusuri jalur Ringroad
ke arah utara, Dari Simpang 4 Ketandan belok kiri ke Jalan Wonosari, Menuju
Simpang 4 Rejowinangun belok kiri ke Jalan Gedongkuning arah selatan, Finish:
Kembali di kompleks Limasan Kotagede.
Mengingat
rute jalan kaki para peserta melintasi jalur Ringroad dan beberapa persimpangan
protokol yang rawan kepadatan lalu lintas, jajaran Polsek Kotagede melakukan
pengawalan melekat di sepanjang barisan serta menempatkan personel di
titik-titik persimpangan rawan. Pengamanan di lapangan juga dibantu secara
ketat oleh Pamter (Pengamanan Terate) internal organisasi.
Kapolsek
Kotagede AKP Sutarto, S.H., M.M., menyatakan bahwa kehadiran kepolisian di
lokasi merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan yang berbasis
kearifan lokal.
"Kegiatan
doa bersama dan tradisi Puter Gelang PSHT Cabang Kota Yogyakarta ini merupakan
bagian dari upaya menghargai nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari
generasi ke generasi untuk memperkokoh jalinan persaudaraan. Kami dari Polsek
Kotagede memberikan pengamanan penuh di sepanjang rute jalan kaki guna
mengantisipasi kerawanan jalur serta menjamin keselamatan peserta dan pengguna
jalan lain. Kami berterima kasih kepada jajaran Pamter dan seluruh warga PSHT
yang telah menjaga ketertiban, sehingga seluruh rangkaian acara Suran ini
berjalan dengan sangat aman, lancar, dan kondusif," pungkas AKP Sutarto.
(Humas Polsek Kotagede)


No comments:
Write comment