Monday, 8 June 2026

Penumpang Taksi Online Meninggal Dunia Saat Dalam Perjalanan Menuju Rumah Sakit

 


Ngampilan, Yogyakarta - Seorang penumpang taksi online dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Minggu malam (07/06/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah korban sempat meminta diantar dengan segera ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

 

Kapolsek Ngampilan Kompol Didik Purwanto, S.H., M.M., mengungkapkan bahwa korban diketahui bernama Budiyono (51), warga Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

 

Menurut keterangan saksi DS yang merupakan pengemudi taksi online, sekitar pukul 20.30 WIB dirinya menerima pesanan penjemputan seorang laki-laki di depan warung Sate Pak Gombloh, Jalan Bantul, Yogyakarta. Sesaat setelah masuk ke dalam kendaraan, korban berulang kali meminta agar segera diantar ke RS PKU Muhammadiyah karena mengalami sesak napas.

 

Melihat kondisi korban yang tampak membutuhkan pertolongan segera, pengemudi berusaha mempercepat perjalanan menuju rumah sakit. Namun dalam perjalanan, saksi melihat korban menundukkan kepala dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Karena panik dan khawatir kondisi korban semakin memburuk, pengemudi memutuskan menghentikan kendaraan di RS Rachmi yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim, Ngampilan.

 

Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga kesehatan dan dokter jaga. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan upaya medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

 

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Barang-barang milik korban yang ditemukan antara lain satu unit telepon genggam merek Vivo dan uang tunai.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui telah menderita gagal ginjal selama kurang lebih tiga tahun dan rutin menjalani cuci darah sebanyak dua kali setiap minggu di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Selain itu, korban juga kerap mengeluhkan gangguan asam lambung dalam beberapa waktu terakhir.

 

Hasil pemeriksaan oleh Tim Inafis Polresta Yogyakarta bersama tenaga medis RS Rachmi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana. Korban diduga meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang dideritanya. Keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi, selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka di wilayah Patangpuluhan, Wirobrajan, untuk disemayamkan.

 

Kapolsek Ngampilan Kompol Didik Purwanto, S.H., M.M., mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis agar selalu memperhatikan kondisi kesehatannya dan tidak menunda untuk mendapatkan penanganan medis apabila merasakan gejala yang membahayakan.

 

Peristiwa tersebut telah ditangani oleh Polsek Ngampilan dan dinyatakan tidak ditemukan unsur pidana. Situasi selama proses penanganan berlangsung aman dan kondusif. (Humas Polsek Ngampilan)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Banner Home

Latest News

Layanan Aduan

Polresta Yogyakarta 
(0274-543920)  
Polsek Gondomanan  
(0274-375376) 
Polsek Wirobrajan 
(0274-374832)
Polsek Pakualaman 
(0274-513178)
Polsek Kotagede 
(0274-374577)
Polsek Umbulharjo 
(0274-373916)
Polsek Gedongtengen 
(0274-512696)
Polsek Kraton 
(0274-373793)
Polsek Jetis 
(0274-513136)
Polsek Tegalrejo 
(0274-513877)
Polsek Ngampilan 
(0274-512185)
Polsek Gondokusuman 
(0274-513125)
Polsek Mantrijeron 
(0274-374167)
Polsek Mergangsan 
(0274-375138)
Polsek Danurejan 
(0274-589609) 
 
Back to Top