Mergangdsan,
Yogyakarta - Semangat pelestarian warisan tradisi leluhur yang dikawinkan
dengan aksi nyata penyelamatan lingkungan hidup berpadu indah di bantaran
Sungai Code. Guna menjamin kelancaran, keamanan, dan ketertiban salah satu
agenda adat terbesar di wilayah binaannya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Keparakan,
Aiptu Pitaya, bersama personel Polsek Mergangsan lainnya melaksanakan
pengamanan pada rangkaian acara Malam Kenduri Suro dan Merti Kampung Keparakan
Lor yang berlangsung selama dua hari berturut-turut pada tanggal 15–16 Juni
2026.
Perhelatan
budaya tahunan yang berpusat di kompleks Balai RW 09 Keparakan Lor Nggirli
(Pinggir Kali) Code, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta ini sukses menyedot
perhatian ratusan warga setempat berkat pesan spiritual dan gerakan lingkungan
hidup bertajuk Jogo Kali.
Pada
hari pertama, Senin (15/06/2026) malam, acara berlangsung dengan sangat khidmat
yang diawali melalui doa bersama serta mujahadah yang dipimpin oleh KH Muhammad
Aissiry, S.Pd.I., M.Sn. Agenda malam pertama ini dihadiri langsung oleh Wakil
Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., MPP Mergangsan Suradi, M.Si.,
Lurah Keparakan Yusup Ahbari, S.T., Ketua Kampung Rusdi Arif, perwakilan LPMK,
serta pengurus RT/RW setempat.
Dalam
sambutannya, Wakil Walikota memberikan apresiasi tinggi atas tingginya modal
sosial dan keguyuban warga Keparakan Lor.
“Kebersamaan
dan gotong royong adalah modal utama kita dalam menyikapi persoalan ekonomi,
sosial, hingga pendidikan demi kemajuan kampung. Melalui momen ini, antarwarga
bisa saling mengenal lebih dekat. Jika ada tetangga yang anaknya putus sekolah,
kita bisa langsung tahu apa masalahnya. Ini adalah momentum tepat untuk saling
gandeng gendong dalam memajukan UMKM lokal,” tandas Wawan Harmawan.
Sebagai
implementasi nyata filosofi Jogo Kali Code, acara dilanjutkan dengan prosesi
unik berupa Larungan Udik-Udik di aliran sungai sebagai simbol rasa syukur dan
tolak bala. Warga juga melakukan aksi ekologi dengan menebar ribuan benih ikan
langsung ke aliran Kali Code demi menjaga ekosistem sungai, yang kemudian
ditutup dengan prosesi Dahar Kembul (makan bersama beralas daun pisang di
pinggir sungai) untuk mengikat tali persaudaraan.
Memasuki
hari kedua pada Selasa (16/06/2026) siang mulai pukul 13.00 WIB, atmosfer
kampung Keparakan Lor semakin meriah dengan digelarnya Gelar Budaya. Suasana
semarak oleh lantunan alunan gamelan dari kelompok Ngudi Laras pimpinan Drs. H.
Jangkung Yuwono, suguhan pentas tarian tradisional, kesenian Jathilan, serta
Kirab Bergodo.
Kirab
kebudayaan tersebut mengarak dua buah gunungan raksasa mengelilingi wilayah
kampung :
1.
Gunungan Lanang (Laki-laki): Berisi berbagai produk kerajinan tangan lokal
unggulan khas hasil karya warga Keparakan.
2.
Gunungan Wedok (Perempuan): Berisi aneka ragam hasil bumi, sayur-mayur, dan
buah-buahan segar yang pada puncaknya diperebutkan oleh warga menggunakan nomor
undian kupon gunungan.
Puncak
Gelar Budaya ini dibuka resmi oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan
Pemberdayaan Kota Yogyakarta, Drs. Yunanto Dwi Sutono. Ia berpesan agar
kegiatan budaya ini dipertahankan agar nilai-nilai luhur dapat diresapi oleh
generasi muda. Senada, Lurah Keparakan Yusup Ahbari, S.T., menegaskan
pentingnya restorasi budaya ini untuk membentengi tradisi dari gerusan derasnya
teknologi informasi (IT).
Sementara
itu, sesepuh Code, Harris Syarif Usman, melemparkan ide strategis ke depan agar
Pemkot membentuk Relawan Jogo Kali untuk melakukan ronda kali berkala agar
tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke sungai.
Mengingat
lokasi kegiatan berada di pemukiman padat bantaran sungai dan jalur kirab
sempat memakan sebagian badan jalan, jajaran Polsek Mergangsan melakukan
pengamanan ketat di titik persimpangan rute dan area parkir penonton untuk
mencegah kemacetan maupun kerawanan kriminalitas.
Bhabinkamtibmas
Kelurahan Keparakan, Aiptu Pitaya, menyampaikan kepuasannya atas sinergi yang
ditunjukkan oleh Karang Taruna, PKK, Linmas, serta pengurus RT/RW dalam
mengawal ketertiban jalannya acara selama dua hari penuh.
"Kami
dari Polsek Mergangsan hadir untuk memberikan rasa aman yang maksimal,
mengingat acara Merti Kampung Keparakan Lor ini dihadiri oleh jajaran pimpinan
Pemkot dan melibatkan massa yang cukup besar di pinggir kali. Kami sangat
mendukung perpaduan konsep adat dan pelestarian Kali Code ini. Melalui
pengamanan terbuka dan tertutup yang kami lakukan, alhamdulillah seluruh
rangkaian acara, mulai dari mujahadah, kirab bergodo, pentas jathilan, hingga
pembagian kupon rebutan gunungan berjalan dengan sangat aman, tertib, lancar,
dan kondusif," pungkas Aiptu Pitaya. (Humas Polsek Mergangsan)


No comments:
Write comment