Kraton,
Yogyakarta - Antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh belasan ribu masyarakat
yang memadati jantung budaya Kota Gudeg. Guna menjamin keamanan, ketertiban,
dan kekhusyukan jalannya ritual agung, Kapolsek Kraton, AKP Denis Efendi, S.H.,
beserta anggotanya dan personel gabungan Polresta Yogyakarta melaksanakan
pengamanan penuh pada kegiatan Hajad Kawulo Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng
pada Selasa (16/06/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Prosesi
sakral dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah
sekaligus Tahun Baru Jawa 1 Suro Jawa Be 1960 ini dipusatkan di KgD. Bangsal
Ponconiti Kompleks Keben Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Agenda ini diikuti
oleh sekitar 15.000 peserta yang terdiri dari jajaran Abdi Dalem serta warga
masyarakat umum dari wilayah DIY maupun luar daerah.
Acara
yang diinisiasi oleh Paguyuban Abdi Dalem Kaprajan dan didukung penuh oleh
Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) DIY ini dihadiri oleh jajaran keluarga
besar Kraton Yogyakarta dan unsur Forkopimda, antara lain GKR Mangkubumi, GKR
Bendhara, KPH Purbodiningrat, dan KPH Yudhonegoro, Ketua Paguyuban Abdi Dalem
Kaprajan sekaligus Penanggung Jawab Acara, KRT. Kusumonegoro, Kapolresta
Yogyakarta, Kombes Pol. Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., Mantri Pamong
Praja Kraton, Drs. Sumargandi, dan Danramil 11/Kraton, Mayor CPM (K) Septi
Rahmawati, S.H., M.H., Perwakilan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Ruli Andriadi,
S.S., M.P.P. (Plt. Kepala Bidang Atlas).
Rangkaian
upacara dimulai pukul 19.30 WIB dengan pembacaan Tembang Macapat dan doa
bersama di Bangsal Ponconiti. Dalam sambutannya, Ruli Andriadi mengingatkan bahwa
Lampah Budaya Mubeng Beteng kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak
Benda Indonesia yang wajib dilestarikan bersama sebagai sarana refleksi
penyucian diri.
GKR
Mangkubumi yang hadir memberikan sambutan sekaligus melepas resmi keberangkatan
peserta tepat pada pukul 00.00 WIB, mengajak seluruh warga untuk merenung dalam
keheningan.
"Saya
mengucapkan selamat Tahun Baru Jawa Be 1960, semoga kita semua diberikan berkah
yang melimpah. Mari kita laksanakan laku Mubeng Beteng ini dengan sebaik-baiknya
dan secara tertib, sembari menyelipkan doa terbaik untuk keselamatan Kraton,
Ngarso Dalem, para Putro, Mantu, Wayah, Abdi Dalem, serta seluruh lapisan warga
masyarakat," tutur GKR Mangkubumi sebelum ritual dimulai.
Tepat
tengah malam, setelah doa pelepasan yang dipimpin oleh MW. Ngabdul Wahab,
ribuan peserta memulai laku lampah topo bisu (berjalan kaki mengitari benteng
tanpa mengeluarkan suara sedikit pun).
Iring-iringan
massa yang berjalan tertib memadati rute yang telah ditentukan, Start: KgD.
Bangsal Ponconiti - Keben - Jalan Alun-alun Utara, Melintasi Jalan H. Agus
Salim - Jalan KH. Wahid Hasyim - Jalan Suryowijayan, Menyusuri Jalan MT.
Haryono - Jalan Kolonel Sugiono - Jalan Brigjend Katamso, Menuju Jalan Ibu
Ruswo - kembali ke Jalan Alun-alun Utara, Finish: Masuk kembali ke kompleks
Keben Kraton Yogyakarta.
Tingginya
kepadatan massa pada tahun ini dipicu oleh momentum Malam 1 Suro yang
bertepatan dengan malam Jumat Kliwon serta masa liburan sekolah. Kondisi
tersebut membuat jajaran kepolisian memperketat penjagaan di area Ring 1 Keben
serta kantong-kantong parkir di sekitar Alun-alun guna mencegah gangguan kamtibmas
seperti copet maupun kemacetan total.
Kapolsek
Kraton AKP Denis Efendi, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel gabungan di
lapangan difokuskan untuk menjaga kesucian dan ketenangan tradisi turun-temurun
yang sudah ada sejak zaman Sultan Agung ini.
"Hajad
Kawulo Dalem Mubeng Beteng ini merupakan bentuk refleksi spiritual masyarakat
yang sangat kolosal. Mengingat jumlah peserta mencapai 15.000 orang, kami dari
Polsek Kraton dibantu Polresta Yogyakarta dan unsur TNI serta instansi terkait
dan relawan menempatkan personel di setiap persimpangan rute guna melakukan
sterilisasi jalur dari kebisingan kendaraan bermotor agar laku topo bisu
peserta tidak terganggu. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh Abdi Dalem,
panitia, tim relawan, dan warga masyarakat yang telah menjaga ketertiban dari
awal pembacaan macapat hingga massa membubarkan diri pada pukul 01.30 WIB.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat aman, khidmat, dan
kondusif," tutup AKP Denis Efendi. (Humas Polsek Kraton)


No comments:
Write comment