Pakualaman,
Yogyakarta - Komitmen dalam menjaga keamanan dan menyukseskan agenda strategis
wilayah ditunjukkan oleh jajaran Polsek Pakualaman Polresta Yogyakarta.
Kapolsek
Pakualaman, AKP Margono, S.H., M.A.P., bersama anggotanya menghadiri sekaligus
memimpin langsung pengamanan kegiatan Klarifikasi Lapangan Lomba Kelurahan
Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Agenda penilaian
ini berpusat di Halaman Kantor Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman,
Kota Yogyakarta, pada Senin (15/06/2026) pagi mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan
yang diselenggarakan oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Yogyakarta ini
dipimpin oleh jajaran Pemkot Yogyakarta. Penanggung jawab kewilayahan dipegang
langsung oleh Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Pakualaman, Bapak Saptohadi,
S.I.P., dengan dihadiri sekitar 50 orang tamu undangan dari jajaran
Forkopimtren, kepala instansi, tokoh adat, serta kader kelurahan.
Tahapan
klarifikasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PMK2KPS DIY, KPH.
Yudanegara, bersama tim juri bentukan Pemda dan PKK DIY. Agenda ini merupakan
tindak lanjut dari pemaparan potensi yang telah sukses dilangsungkan di
Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada 8 Juni 2026 lalu, dengan tujuan mencocokkan
kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Sambutan
Walikota Yogyakarta yang dibacakan oleh Setda 1 Kota Yogyakarta, Drs. Yunianto
Dwi Sutono, menegaskan dukungan penuh atas tema lomba tahun ini:
"Membangun dari Kalurahan/Kelurahan untuk Pemerataan Ekonomi dan
Pemberantasan Kemiskinan".
Kelurahan
Gunungketur maju mewakili Kota Yogyakarta ke tingkat provinsi dengan mengusung
jargon luhur "GUNTUR BERDAYA: Gunungketur Bersama, Mandiri,
Berbudaya". Sejumlah inovasi digital dan sosial kemasyarakatan dipamerkan
langsung di hadapan tim juri, antara lain:
1.
SIGAP (Sistem Informasi Gunungketur untuk Akses Pelayanan Digital) yang
mempermudah urusan administrasi warga.
2.
Gunting Mas Guntur (Penanggulangan Stunting Masyarakat Gunungketur) untuk
pemenuhan gizi anak.
3.
Dapur Berkah sebagai jaring sosial pemenuhan pangan bagi lansia dan difabel.
4.
Gerdu Lestari dan SIMVOSA (Sistem Informasi Volume Sampah) yang berhasil
menekan angka buangan sampah harian secara signifikan melalui konsep Mas JOS
(Masyarakat Jogja Olah Sampah).
Usai
acara seremonial di depan kelurahan yang dimeriahkan persembahan tari
tradisional dan pemutaran video profil, rombongan tim juri langsung bergerak
melakukan peninjauan fisik (field check) ke beberapa lokasi sampel penilaian.
Rute
kunjungan lapangan meliputi Sentra Batik Gunungketur, Kelompok Tani Flamboyan,
dapur sosial Dapur Berkah, sentra pengolahan sampah mandiri, kompleks
Perkumpulan Budi Abadi (Hoo Hap Hwee), dan destinasi legendaris Jamu Ginggang.
Mengingat
banyaknya titik lokasi sampel yang dikunjungi oleh rombongan tim juri dan
pejabat tingkat provinsi, Polsek Pakualaman menempatkan personel stasioner di
area penyeberangan jalan utama dan di sekitar lokasi sampel.
Kapolsek
Pakualaman AKP Margono, S.H., M.A.P., menyampaikan apresiasi tinggi atas kreasi
dan kesiapan warga Gunungketur dalam mengikuti ajang bergengsi ini.
"Kami
dari jajaran Polsek Pakualaman hadir secara terpadu bersama Koramil untuk
mengamankan seluruh rangkaian penilaian Lomba Kelurahan ini. Fokus pengamanan
kami mulai dari penyambutan tim juri di Lapangan Sewandanan, pengamanan arus
lalu lintas di depan kantor kelurahan, hingga mengawal rombongan juri saat
menyusuri gang-gang kampung menuju lokasi sampel seperti Sentra Batik dan Jamu
Ginggang. Evaluasi lapangan ini sangat krusial untuk kemajuan pelayanan publik,
dan kami bersyukur seluruh tahapan acara berjalan dengan sangat aman, tertib,
lancar, dan kondusif," urai AKP Margono. (Humas Polsek Pakualaman)


No comments:
Write comment