Gondokusuman, Yogyakarta -
Personel Polsek Gondokusuman mendatangi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada
Senin (01/06/2026) pagi setelah menerima laporan terkait seorang pasien rawat
inap yang meninggal dunia namun hingga saat ini belum terdapat pihak keluarga
maupun penanggung jawab yang bersedia mengurus jenazahnya.
Informasi tersebut diterima
Piket SPKT Polsek Gondokusuman sekitar pukul 09.00 WIB dari pihak Rumah Sakit
Bethesda. Korban diketahui berinisial UH (32), warga Gunungpati, Semarang, yang
selama ini tinggal di sebuah rumah kos di wilayah Jalan Nitikan Baru,
Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Berdasarkan keterangan pihak rumah
sakit, korban merupakan pasien yang telah menjalani pengobatan sejak tahun 2025
dan sedang menjalani perawatan kemoterapi akibat penyakit kanker sejak Jumat
(29/05/2026) dini hari. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu
(31/05/2026) pukul 22.48 WIB.
Pihak rumah sakit
menjelaskan bahwa korban terakhir kali diantar oleh rekannya berinisial NUG saat
menjalani perawatan. Namun setelah korban meninggal dunia, yang bersangkutan
sudah tidak berada di rumah sakit. Upaya menghubungi orang tua angkat korban
yang berada di Semarang juga belum membuahkan hasil. Bahkan berdasarkan
keterangan pihak rumah sakit, orang tua angkat yang dihubungi melalui telepon
menyatakan tidak mengenal korban. Sementara itu, pemilik rumah kos yang datang
ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB hanya menyampaikan informasi mengenai
latar belakang korban dan tidak dapat bertanggung jawab terhadap proses
pengurusan jenazah.
Sekitar pukul 10.52 WIB, NUG
yang mengaku sebagai teman korban datang ke Rumah Sakit Bethesda. Namun yang
bersangkutan menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan maupun
kemampuan untuk mengambil keputusan terkait penanganan jenazah korban. Hingga
laporan diterima oleh Polsek Gondokusuman dan dilakukan pengecekan di lokasi,
belum ditemukan keluarga maupun pihak lain yang bersedia bertanggung jawab atas
proses administrasi maupun pemulasaraan jenazah.
Kapolsek Gondokusuman Kompol
Julius Meta Jiwa, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah
melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan berbagai pihak terkait untuk
membantu menemukan keluarga maupun kerabat korban.
"Berdasarkan informasi
yang kami peroleh, korban merupakan pasien yang meninggal dunia akibat sakit
dan sedang menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Bethesda. Dari hasil
pengecekan sementara tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana yang
menyebabkan kematian korban. Saat ini kami berupaya membantu pihak rumah sakit
melakukan penelusuran keluarga maupun kerabat korban agar hak-hak korban dapat
terpenuhi dan proses pengurusan jenazah dapat dilaksanakan sebagaimana
mestinya," ujar Kompol Julius.
Kapolsek menambahkan bahwa
pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan jajaran kewilayahan
di daerah asal korban untuk membantu pencarian keluarga. Selain itu, kepolisian
turut mendorong adanya komunikasi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan
instansi terkait guna menyelesaikan berbagai administrasi yang masih tertunda,
termasuk kemungkinan adanya tunggakan biaya perawatan, kemoterapi, maupun
pemulasaraan jenazah.
"Apabila dalam waktu
yang ditentukan keluarga atau penanggung jawab korban dapat ditemukan dan
bersedia menerima, maka proses penyerahan jenazah dapat dilakukan secara normal
sesuai prosedur yang berlaku. Namun apabila tidak ditemukan pihak keluarga
maupun penanggung jawab, maka penanganan jenazah akan dilakukan melalui
koordinasi lintas instansi sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku terhadap
jenazah terlantar," tegasnya.
Saat ini Polsek Gondokusuman
bersama pihak Rumah Sakit Bethesda masih terus melakukan upaya penelusuran
identitas keluarga dan kerabat korban guna memastikan proses penanganan jenazah
dapat berjalan dengan baik, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Humas Polsek Gondokusuman)


No comments:
Write comment