Pakualaman, Yogyakarta -
Anggota piket fungsi Polsek Pakualaman mendatangi dan mengamankan lokasi Tempat
Kejadian Perkara (TKP) ditemukannya seorang satpam BRI Unit Sentul yang
meninggal dunia saat bertugas, Sabtu (25/7/2026) sekira pukul 19.00 WIB.
Korban diketahui bernama
Pardiyono (33), seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai satpam di BRI Unit
Sentul. Korban merupakan warga Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Kapolsek Pakualaman AKP
Margono, S.H., M.A.P.F. menjelaskan, kejadian tersebut diketahui sekira pukul
18.30 WIB. Saat itu, saksi Asnanda, petugas kebersihan BRI Unit Sentul,
mendapat informasi dari supervisor yang merasa curiga karena korban tidak
merespons panggilan telepon dalam waktu cukup lama. Selain itu, tidak terlihat
adanya pergerakan korban melalui rekaman CCTV dan lampu-lampu ruangan kantor
juga belum dinyalakan.
Saksi kemudian mendatangi
lokasi dan mendapati pintu kantor dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah
berhasil membuka pintu yang terganjal tongkat, saksi menemukan korban dalam
kondisi tidak bergerak. Saksi sempat berusaha membangunkan korban dengan menepuk
lengannya, namun tidak mendapat respons. Selanjutnya, saksi meminta bantuan
warga sekitar dan menghubungi PMI Kota Yogyakarta.
Mendapat laporan tersebut,
petugas Polsek Pakualaman langsung mendatangi TKP bersama Tim Inafis Polresta
Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan serta pendataan. Petugas juga meminta
keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan
medis yang dilakukan dr. Risang Nur Wiguna dari PSC 119 YES, korban dinyatakan
telah meninggal dunia akibat henti jantung. Dari hasil pemeriksaan awal juga
tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Sementara
berdasarkan rekaman CCTV kantor, korban diperkirakan meninggal dunia sekira
pukul 15.09 WIB.
Kapolsek Pakualaman AKP
Margono, S.H., M.A.P.F. membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan
bahwa petugas telah melakukan penanganan sesuai prosedur.
"Petugas piket fungsi
Polsek Pakualaman bersama Tim Inafis Polresta Yogyakarta telah mendatangi TKP
serta mengumpulkan keterangan para saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim
medis PSC 119 YES, korban meninggal dunia akibat henti jantung dan tidak
ditemukan adanya indikasi kejahatan maupun tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diduga memiliki riwayat sakit yang menyebabkan meninggal dunia secara mendadak
saat bertugas," ujar AKP Margono, S.H., M.A.P.F.
Pihak keluarga korban telah
menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan
autopsi. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Pusat untuk
dimandikan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Seluruh proses penanganan
kejadian oleh petugas Polsek Pakualaman bersama Tim Inafis Polresta Yogyakarta
berjalan dengan aman dan lancar. (Humas Polsek Pakualaman)


No comments:
Write comment