Pada Rabu malam, 12 November
2025, bertempat di Pendopo Kemantren Mantrijeron, Jalan DI Panjaitan No.84,
Kota Yogyakarta, berlangsung kegiatan Sambung Rasa Kapolresta Yogyakarta dengan
masyarakat Mantrijeron yang mengusung tema “Menguatkan Sinergi, Mewujudkan
Yogyakarta Aman dan Kondusif.”
Kegiatan ini diikuti sekitar
50 peserta dengan penanggung jawab Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna
Pandia, S.I.K., M.M., M.H.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Kasatgaswil DIY Densus 88 AT Polri AKBP Johanes Budi Moses Harahap,
S.I.K., Kasat Reskrim Kompol Riski Adrian, S.I.K., M.H., Kasat Resnar AKP Andi
Fitriansyah, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Intelkam Kompol Purwanto, S.Sos., M.M.,
Kapolsek Mantrijeron AKP Mujianto, S.Sos., Mantri Pamong Praja Mantrijeron
Narotama S.STP., M.IP., Danramil Mantrijeron, serta tokoh agama dan tokoh
masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Mantri
Pamong Praja Narotama menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Kapolresta
Yogyakarta di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Kemantren Mantrijeron memiliki
tiga kelurahan dan 55 RW yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk
kampung tanggap bencana, siskamling, dan kampung religi Jogokariyan. Narotama
menegaskan kesiapan pemerintah kemantren dalam mendukung ketertiban dan
keamanan wilayah.
Sementara itu, Kapolresta
Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menjelaskan bahwa Yogyakarta sebagai Kota
Pelajar, Kota Wisata, dan Kota Budaya memiliki luas wilayah 32,5 km² dengan penduduk
sekitar 415 ribu jiwa. Sekitar 70–80 persen pendapatan asli daerah (PAD)
berasal dari sektor pariwisata. Karena itu, stabilitas keamanan menjadi faktor
penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kapolresta juga mengajak
masyarakat agar menjaga lingkungan masing-masing dari potensi gangguan
kamtibmas, termasuk membina para pelajar agar tidak terlibat dalam pergaulan
negatif seperti bullying atau geng sekolah.
Dalam kesempatan tersebut,
Kapolresta turut menyinggung perlunya perhatian orang tua terhadap anak-anak,
baik dalam pergaulan maupun dalam mengonsumsi konten digital. Ia mengingatkan
agar kejadian seperti ledakan di SMA 72 Jakarta tidak terjadi di Yogyakarta
akibat kurangnya pengawasan.
Kapolresta menambahkan,
Yogyakarta sebagai kota yang heterogen perlu dijaga dengan semangat kebersamaan
dan toleransi antarwarga. “Mari kita mulai dari Yogyakarta untuk menuju
Indonesia yang damai,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat
kemantren, TNI, dan masyarakat Mantrijeron yang telah aktif menjaga situasi
tetap aman dan kondusif.
Dalam sesi penyampaian materi,
AKBP Johanes Budi Moses Harahap, S.I.K. dari Densus 88 AT Polri membagikan
pengetahuan mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. Ia menjelaskan
karakteristik intoleransi dan radikalisme serta mengajak masyarakat agar
berperan aktif menjadi agen penyebar informasi positif di lingkungan
masing-masing.
Johanes juga menyoroti adanya
peningkatan indeks potensi radikalisme di Indonesia dan menjelaskan
langkah-langkah pencegahan melalui kerja sama antara aparat dan masyarakat.
Pada sesi tanya jawab,
beberapa peserta menyampaikan pertanyaan seputar keamanan menjelang perayaan
Natal dan Tahun Baru, serta upaya pencegahan penyebaran paham radikal di
sekolah. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara
maksimal, dan masyarakat dapat melapor melalui Call Center 110 jika menemukan
hal mencurigakan.
Kegiatan Sambung Rasa di
Kemantren Mantrijeron ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan
saran, masukan, dan keluhan secara langsung kepada pihak kepolisian. Melalui
dialog dua arah ini, diharapkan hubungan antara Polresta Yogyakarta dan
masyarakat semakin erat serta mampu menjaga situasi kota tetap aman dan
kondusif. (Humas Polsek Mantrijeron)


No comments:
Write comment