Kapolsek Mantrijeron
Mujiyanto beserta anggota menghadiri sekaligus melaksanakan pengamanan kegiatan
Safari Tarawih Ramadan di Masjid Sutan Sulaiman Gedongkiwo, Selasa malam
(10/3/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Hasto Wardoyo.
Dalam kesempatan itu, Wali
Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan
lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan sampah
masih menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Yogyakarta yang memerlukan
dukungan seluruh elemen masyarakat.
Hasto menargetkan seluruh
depo sampah di Kota Yogyakarta sudah bersih dari tumpukan sampah sebelum Hari
Raya Idul Fitri. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat merayakan Lebaran
dengan nyaman, termasuk saat melaksanakan salat Ied.
“Target kami sebelum Idul
Fitri nanti depo-depo sampah sudah bersih dari tumpukan sampah. Kami ingin
masyarakat bisa menjalankan salat Ied dan merayakan Lebaran di Kota Yogyakarta
dengan rasa nyaman,” ujar Hasto di hadapan para jamaah.
Untuk mencapai target
tersebut, masyarakat diajak berperan aktif dalam pengelolaan sampah melalui
gerakan lima langkah Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Program ini
merupakan upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengurangi volume sampah
dengan cara mengolah sampah langsung dari sumbernya.
Melalui gerakan tersebut,
warga diharapkan dapat memilah, mengolah, serta memanfaatkan kembali sampah
rumah tangga sehingga tidak seluruhnya berakhir di depo atau tempat pembuangan
akhir. Dengan keterlibatan masyarakat, persoalan sampah di Kota Yogyakarta
diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Takmir
Masjid Sutan Sulaiman Mohammad Santosa menyambut baik kegiatan Safari Tarawih
yang digelar pemerintah. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat
melalui kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus mempererat
hubungan antara pemerintah dan warga.
Santosa juga menceritakan
sejarah singkat berdirinya Masjid Sutan Sulaiman. Ia menjelaskan bahwa awalnya
bangunan tersebut hanya berupa musala kecil yang digunakan warga sekitar untuk
salat berjamaah. Namun pada masa pandemi COVID-19, banyak jamaah yang tidak
dapat melaksanakan salat Jumat di masjid sekitar akibat pembatasan kegiatan
keagamaan. Kondisi tersebut mendorong pengurus dan masyarakat untuk
meningkatkan status musala menjadi masjid agar dapat digunakan untuk
pelaksanaan salat Jumat.
“Karena saat pandemi banyak
jamaah yang tidak bisa melaksanakan salat Jumat di masjid sekitar, akhirnya
kami bersama masyarakat berinisiatif mengubah musala ini menjadi masjid,”
ujarnya.
Dengan dukungan swadaya
masyarakat serta kerja sama para pengurus, proses perubahan tersebut akhirnya
terwujud dan Masjid Sutan Sulaiman resmi beroperasi sebagai masjid pada tahun
2020. Hingga kini masjid tersebut menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus
kegiatan sosial masyarakat di wilayah Gedongkiwo.
Pada kesempatan yang sama,
Kapolsek Mantrijeron AKP Mujiyanto mengajak masyarakat untuk bersama-sama
menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul
Fitri. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
tindak kejahatan seperti pencurian rumah kosong maupun curanmor.
Kapolsek juga mengajak warga
untuk mengaktifkan kembali kegiatan siskamling serta mempererat silaturahmi
antarwarga agar lingkungan tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan hingga
Lebaran. Selain itu, masyarakat yang akan mudik diimbau untuk melapor kepada
pengurus RT/RW atau Polsek setempat serta memastikan rumah dalam keadaan
terkunci dengan baik.
Ia juga mengingatkan orang
tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak, terutama agar
tidak menyalakan petasan, melakukan perang sarung, ataupun berkumpul hingga
larut malam setelah salat tarawih maupun setelah salat Subuh.
Apabila masyarakat menemukan
potensi gangguan kamtibmas, Kapolsek mengimbau agar segera melaporkannya
melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Kegiatan Safari Tarawih
tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan untuk mendukung
operasional masjid. Bantuan yang diberikan antara lain dari Pemerintah Kota
Yogyakarta sebesar Rp10 juta, Bank Jogja sebesar Rp2 juta, BAZNAS Kota Yogyakarta
sebesar Rp2 juta, serta dari PD Jogjatama Visesha sebesar Rp1 juta. Selain itu
juga diserahkan bantuan sembako bagi enam warga di wilayah Kemantren
Mantrijeron.
Bantuan tersebut diharapkan
dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Masjid Sutan
Sulaiman serta meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah selama bulan
Ramadan. (Humas Polsek Mantrijeron)


No comments:
Write comment