Satlantas Polresta
Yogyakarta telah mematangkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna
mengamankan arus mudik dan libur Lebaran dalam rangka Operasi (Ops) Ketupat
Progo 2026. Fokus utama petugas adalah mengatur pergerakan kendaraan dari batas
kota menuju pusat Kota Yogyakarta.
Kasatlantas Polresta
Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menjelaskan bahwa pengaturan tahun ini memiliki
tantangan tersendiri menyusul ditutupnya Jembatan Kewek. Berdasarkan analisa
dan evaluasi (Anev) tahun sebelumnya, kepolisian telah menyiapkan
langkah-langkah strategis untuk mencegah kemacetan panjang.
Terkait penutupan Jembatan
Kewek, arus lalu lintas di seputaran Tugu akan diarahkan berputar menuju
Kridosono dan naik ke Kleringan. Jalur ini dikhususkan bagi kendaraan yang
sudah berada di dalam wilayah kota atau wisatawan yang sudah menginap di
Yogyakarta.
Guna membantu pengemudi dari
luar kota, Polresta Yogyakarta telah menyiapkan 50 papan rambu petunjuk jalan
tambahan. Rambu-rambu ini akan memandu wisatawan agar tidak terjebak di jalur
yang padat atau mengalami pengalihan arus mendadak.
Beberapa poin utama
pengalihan arus bagi kendaraan luar kota meliputi:
1. Dari Arah Timur (Jalan
Solo): Kendaraan dari arah timur yang hendak menuju barat tidak bisa langsung
masuk ke arah Tugu. Petugas akan mengarahkan kendaraan dari Simpang Galeria ke
arah selatan bagi yang ingin menuju kawasan Malioboro.
2. Bus Pariwisata: Bus besar
wajib berbelok ke kiri di Simpang Janti menuju jalur Blok O dan Gedongkuning
guna menghindari penumpukan di jantung kota.
3. Dari Arah Utara
(Jombor/Jalan Magelang): Kendaraan dari Jombor disarankan tetap melalui Ring
Road untuk kelancaran. Jika sudah terlanjur masuk Jalan Magelang dan terjadi
kepadatan di Simpang Pingit, petugas akan mengarahkan kendaraan lurus ke arah
Ngabean menuju Jalan KH Ahmad Dahlan untuk mencapai pintu masuk Malioboro via
Jalan Mataram.
Jika terjadi kepadatan
ekstrem di ruas-ruas jalan utama, pihak kepolisian akan memberlakukan sistem
akses tunggal menuju Malioboro hanya melalui Jalan Mataram. Kendaraan dari arah
Kleringan atau Kridosono harus memutar melalui Jalan Pasar Kembang dan Jlagran
sebelum masuk ke Jalan Mataram.
Sebagai langkah cadangan
(Plan B), kepolisian telah menyiapkan skema One Way (Satu Arah) di sisi timur
Simpang Gondomanan.
"Sistem satu arah ini
akan diberlakukan mulai dari seputaran Gayam ke barat sampai Bausasran hingga
Bioskop Permata. Ini kami laksanakan situasional jika arus kendaraan sudah
sangat luar biasa," jelas AKP Alvian.
Polisi telah memetakan
beberapa titik rawan kemacetan, di antaranya Simpang Kridosono, Jalan Pasar
Kembang, Kawasan Nol Km, hingga Simpang Gondomanan. Kasatlantas menegaskan
bahwa di jalur-jalur krusial tersebut akan dilakukan pengawasan ketat.
"Khusus di Jalan Pasar
Kembang, kami pastikan tidak ada parkir liar yang mengganggu arus lalu lintas agar
pergerakan kendaraan tetap lancar," tegas AKP Alvian.
Masyarakat dan pemudik
diimbau untuk selalu mematuhi rambu petunjuk jalan tambahan serta mengikuti
instruksi petugas di lapangan demi kenyamanan dan keamanan selama merayakan
Idulfitri di Kota Yogyakarta. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment