Ratusan Personel dari
Polresta Yogyakarta beserta jajaran Polsek hari ini, Jumat, 17 Oktober 2025
pagi, melaksanakan Latihan Kemampuan dan Keterampilan Menembak. Kegiatan yang
bertujuan memperkuat keahlian dasar dan teknis para anggota ini digelar di
Lapangan Tembak Sat Brimobda Polda DIY Yon A, jalan Imogiri Timur Yogyakarta.
Latihan yang dimulai pukul
08.00 WIB ini dipimpin oleh Kabag SDM Polresta Yogyakarta Kompol Partuti
Wijayanti, S.H., didampingi oleh Kasat Sabhara AKP Supani, S.H., M.A.P., serta
perwira lainnya. Seluruh peserta menunjukkan semangat yang tinggi di bawah
kondisi cuaca cerah.
Sebelum memulai sesi
menembak, dilaksanakan apel kesiapan yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Supani.
Dalam arahannya, AKP Supani menekankan bahwa latihan ini merupakan bagian dari
upaya meningkatkan profesionalisme dan keahlian dasar yang wajib dimiliki
setiap personel kepolisian.
“Latihan ini bukan sekadar
kegiatan biasa, melainkan upaya menjaga dan mengasah keahlian yang merupakan
bagian krusial dalam tugas kepolisian. Setiap personel harus mengikuti latihan
dengan semangat, disiplin, dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan,”
tegas Supani.
Kegiatan berlanjut dengan
penjelasan tata tertib dan prosedur latihan oleh Instruktur menembak dari Sat
Brimobda, Ipda Maman. Ia memaparkan secara rinci teknik dan sikap menembak yang
benar, meliputi cara memegang senjata, pengaturan pernapasan, hingga mencapai
akurasi.
Dalam latihan kali ini,
personel menggunakan senjata laras panjang jenis SS1. Jarak tembak diatur
bervariasi, yakni 10 meter, 15 meter, dan 20 meter, dengan setiap peserta
menerima 15 butir peluru karet sebagai amunisi latihan.
Kabag SDM Kompol Partuti
menjelaskan bahwa agenda ini merupakan kegiatan rutin yang memiliki nilai
strategis dalam menjaga kesiapsiagaan anggota Polri.
“Kegiatan ini menjadi sarana
bagi personel untuk menyegarkan kembali keahlian dasar yang sudah diajarkan
sejak awal bertugas. Polri harus senantiasa siap, terampil, dan profesional
dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan
keahlian anggota tidak hanya mencakup aspek menembak, tetapi juga kemampuan
komunikasi, empati, dan profesionalitas dalam melayani masyarakat. Menurutnya,
keseimbangan antara keahlian teknis dan keahlian sosial adalah kunci utama
mewujudkan Polri yang presisi.
Selama kegiatan, suasana
latihan berjalan kondusif dan penuh antusias. Para peserta fokus mengikuti
setiap sesi di bawah arahan tim instruktur Brimob. Setelah sesi menembak,
kegiatan diakhiri dengan evaluasi singkat dan penekanan ulang terkait
pentingnya keselamatan, baik saat bertugas maupun saat latihan.
Kasat Sabhara menyampaikan
kepuasannya atas kelancaran latihan dan berharap peningkatan keahlian teknis
ini akan mendukung tugas-tugas operasional anggota di lapangan. (Humas Polresta
Yogyakarta)


No comments:
Write comment