Kapolsek Wirobrajan, Kompol
Arif Darmawan, S.H., M.A.P., bersama jajaran Bhabinkamtibmas menghadiri
kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Duta Demokrasi Tahun 2026 oleh
Bakesbangpol yang berlangsung di Kemantren Wirobrajan, Selasa (3/3/2026).
Kehadiran tim Bakesbangpol
Kota Yogyakarta dalam acara ini disambut hangat oleh Mantri Anom Kemantren
Wirobrajan, Rina Budi Prastiwi, S.I.P., M.Si. Kegiatan ini sekaligus
memperkenalkan dua pemuda sebagai Duta Demokrasi wilayah Wirobrajan, yakni
Rangga Andika Putra dan Ridwan Sektiawan.
Kepala Bidang Politik dan
Dalam Negeri Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati, S.Si., M.M.,
menjelaskan bahwa inisiasi Duta Demokrasi bertujuan untuk menanamkan
nilai-nilai politik yang sehat. Peran mereka tidak terbatas pada masa pemilihan
saja, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam menangkal hoaks serta
memperjuangkan budaya anti-kekerasan dan bullying di masyarakat.
Mantri Anom Wirobrajan
menambahkan bahwa kedua duta tersebut diharapkan memulai langkah dari tingkat
kelurahan agar lebih dekat dengan warga sebelum merambah ke skala kemantren.
Mereka diharapkan mampu menjadi edukator di berbagai bidang sosial.
Kapolsek Wirobrajan Kompol
Arif Darmawan memberikan penekanan khusus pada peran generasi muda di dunia
digital. Beliau berharap Duta Demokrasi mampu menghadirkan konten positif di
media sosial untuk meredam fitnah yang dapat memicu polarisasi di masyarakat.
"Kami mendorong para
Duta Demokrasi untuk aktif menyampaikan pesan anti-hoaks. Selain itu, isu yang
tengah menjadi perhatian kami adalah pencegahan perang sarung. Generasi muda
perlu diarahkan sejak dini agar memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang lebih
produktif," tegas Kompol Arif.
Ketua Duta Demokrasi, Pangky
Febriantanto, menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak berpendapat yang harus
dikawal secara sehat baik sebelum maupun sesudah pemilu. Sementara itu, Ridwan
dan Rangga selaku Duta Demokrasi terpilih menyatakan bahwa mereka tidak akan
membuat program eksklusif, melainkan akan melebur dalam berbagai kegiatan yang
sudah ada di tingkat RT, RW, hingga organisasi kepemudaan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan
menjadi jembatan antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menciptakan
budaya demokrasi yang santun, aman, dan damai di wilayah Wirobrajan. (Humas
Polsek Wirobrajan)


No comments:
Write comment