Personel Unit Patroli
Samapta Polsek Ngampilan dipimpin Aiptu Gatot Hertanto bersama Bhabinkamtibmas
Notoprajan Aipda Apco Tri Nurhartanto, Amd., bergerak cepat mengevakuasi pohon
tumbang di Kampung Notoprajan NG II/716, RW 07, Kelurahan Notoprajan, Minggu
(8/3/2026).
Insiden ini dipicu oleh
hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Yogyakarta pada
siang hari antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Sebuah pohon jenis Flamboyan
dengan tinggi sekitar 15 meter dan diameter 2 meter dilaporkan tumbang dan
menimpa rumah milik warga setempat.
Berdasarkan hasil asesmen di
lapangan, pohon berukuran besar tersebut menimpa struktur atap joglo berukuran
6 x 3 meter serta satu unit kamar tidur berukuran 4 x 5 meter. Selain kerusakan
bangunan, dahan pohon yang melintang juga mengenai jaringan kabel listrik di
sekitar lokasi kejadian, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya
korsleting.
Kepala Pelaksana BPBD Kota
Yogyakarta, Nur Hidayat, mengonfirmasi bahwa meskipun kerusakan fisik bangunan
cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Adapun nilai
kerugian materiil hingga saat ini masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Proses evakuasi dan
pemotongan batang pohon dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan
berbagai unsur terkait. Sinergi ini melibatkan TRC BPBD Kota Yogyakarta,
personel Polsek Ngampilan, Babinsa, Basarnas Unit Kota Yogyakarta, Kampung
Tanggap Bencana (KTB) Notoprajan, Volunteer Tamansari, MDMC, Lazismu, serta
petugas PLN yang sigap mengamankan jaringan listrik di lokasi.
Aipda Apco Tri Nurhartanto
menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dan KTB dalam evakuasi ini merupakan
bentuk kehadiran negara saat warga tertimpa musibah guna memastikan keselamatan
masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Pemerintah Kota Yogyakarta
melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan
sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang, sesuai
peringatan dini dari BMKG.
"Kami meminta warga
untuk rutin mengecek kondisi pohon di sekitar rumah serta segera melapor jika
ada dahan yang sekiranya membahayakan, terutama saat memasuki cuaca ekstrem
seperti sekarang ini. Upaya mandiri dalam merapikan dahan pohon yang rimbun
dapat meminimalisir risiko kecelakaan serupa di kemudian hari," pungkas
Nur Hidayat.
Saat ini, kondisi di lokasi
kejadian telah terkondisi dan jalur di sekitar Kampung Notoprajan sudah dapat
dilalui kembali setelah proses pembersihan material pohon selesai dilaksanakan.
(Humas Polsek Ngampilan)


No comments:
Write comment