Bhabinkamtibmas Kelurahan
Mantrijeron, Aiptu Teguh Santoso, bersama Lurah Mantrijeron, Bapak Agung
Nugroho, S.Sos., melaksanakan pengamanan dan pemantauan kegiatan pembagian
takjil gratis di Masjid Jogokariyan, Senin (9/3/2026). Langkah ini diambil guna
memastikan ketertiban ribuan jamaah yang memadati kawasan tersebut pada pekan kedua
Ramadhan 1447 H.
Dalam kegiatan tersebut,
Aiptu Teguh Santoso turun langsung membantu panitia Masjid Jogokariyan dalam
mengatur antrean warga yang hendak menerima hidangan buka puasa. Petugas juga
menyampaikan imbauan secara humanis agar seluruh pengunjung tetap menjaga
ketertiban bersama demi kenyamanan beribadah.
Masjid Jogokariyan yang kini
telah menjadi ikon wisata religi di Kota Yogyakarta, menyiapkan sedikitnya
4.000 porsi hidangan berbuka puasa gratis setiap harinya. Panitia Masjid, Rusdi
(60), menjelaskan bahwa menu yang disajikan bervariasi setiap hari untuk
memfasilitasi jamaah umum dan wisatawan.
Sistem donasi yang dikelola
secara transparan juga menjadi kunci keberhasilan syiar di masjid ini. Dana
yang terkumpul dari para donatur tidak hanya digunakan untuk operasional
internal, melainkan juga disalurkan ke masjid-masjid binaan lainnya agar
jangkauan keberkahan buka puasa bersama dapat dirasakan lebih luas oleh
masyarakat DIY.
Kemeriahan Kampung Ramadhan
Jogokariyan memberikan dampak positif bagi para pedagang UMKM lokal. Suasana
khas perkampungan yang tertata rapi menjadikan lokasi ini tempat favorit bagi
warga maupun wisatawan untuk berburu takjil sambil menikmati sore hari.
Tingginya antusiasme
pengunjung berdampak pada padatnya kantong-kantong parkir di sekitar wilayah
Mantrijeron. Petugas parkir setempat, Iwan (40), menyebutkan bahwa area parkir
seringkali sudah terisi penuh sejak pukul 16.00 WIB. Pihak kepolisian bersama
petugas keamanan kampung terus bersinergi melakukan pengaturan arus kendaraan
agar tidak terjadi penyumbatan di jalur utama masuk masjid.
Aiptu Teguh Santoso
menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan Kampung Ramadhan Jogokariyan
merupakan potret nyata sinergi antara pihak masjid, pedagang, masyarakat, dan
aparat keamanan.
"Kami hadir untuk
memastikan manajemen antrean dan arus lalu lintas berjalan tertata rapi. Dengan
ribuan orang yang hadir setiap sore, kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan
agar suasana tetap kondusif. Kami mengimbau pengunjung untuk selalu waspada
terhadap barang bawaan dan mengikuti arahan petugas parkir demi keamanan
kendaraan masing-masing," ujar Aiptu Teguh.
Hingga waktu berbuka puasa
tiba, situasi di kawasan Masjid Jogokariyan terpantau aman dan terkendali.
Cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ibadah
dan ekonomi kerakyatan di wilayah Mantrijeron tersebut. (Humas Polsek
Mantrijeron)


No comments:
Write comment