Gondomanan, Kota Yogyakarta
- Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngupasan Aiptu Aris P. bersama jajaran personel
Polsek Gondomanan mengamankan kegiatan Pengajian Pimpinan Ranting Muhammadiyah
(PRM) Kauman dan Pentasyarufan Beasiswa oleh LazisMu di Pendopo Pengulon
Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (30/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung
mulai pukul 19.45 WIB tersebut mengusung tema "Gesekan Muhammadiyah dan
Komunisme" dalam rangka memperingati momen sejarah bangsa, memperkuat
wawasan kebangsaan, serta meneguhkan ideologi persyarikatan. Acara yang
diprakarsai oleh PRM Kauman di bawah penanggung jawab Bagus Achmad Wildani,
S.Pd. ini diikuti sekitar 70 jamaah dari unsur bapak-bapak dan pemuda Kauman.
Turut hadir dalam perhelatan
sejarah dan keagamaan tersebut Ketua PRM Kauman Bagus Achmad Wildani, S.Pd.,
narasumber utama Ustadz Budi Setiawan, S.T., tokoh masyarakat Gatot Supriyanto,
jajaran pengurus PRM Kauman, pimpinan Aisyiyah, pengurus LazisMu, serta 32
pelajar penerima beasiswa (termasuk para santri pondok pesantren) didampingi
orang tua wali.
Rangkaian acara diawali
dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (Surat Al-Ma'un), menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pemaparan materi pengajian
sejarah oleh Ustadz Budi Setiawan, S.T., pentasyarufan beasiswa, pemutaran film
dokumenter sejarah, serta doa penutup.
Dalam sambutannya, Ketua PRM
Kauman Bagus Achmad Wildani, S.Pd. mengingatkan kembali nilai historis Pendopo
Pengulon yang sejak satu abad lalu menjadi pusat pergerakan dakwah Islam. Ia
menekankan bahwa penyaluran beasiswa LazisMu kepada 32 pelajar dan santri
merupakan wujud nyata motivasi mencetak generasi penerus yang berilmu dan
berakhlak mulia. Sementara itu, tokoh masyarakat Gatot Supriyanto menggarisbawahi
pentingnya merawat memori kolektif bangsa, menjaga kewaspadaan ideologi, serta
memahami rekam jejak perjuangan umat Islam dalam membentengi NKRI.
Memasuki sesi kajian inti,
Ustadz Budi Setiawan, S.T. memaparkan secara komprehensif rekam jejak dinamika
sosial-historis komunisme secara global hingga perkembangannya di Indonesia,
termasuk peristiwa 1948 di Madiun dan kemelut 1965. Ia menegaskan sikap
konsisten Muhammadiyah yang memegang teguh prinsip Darul Ahdi wa Syahadah bahwa
Pancasila dan NKRI adalah kesepakatan final bangsa yang harus dijaga dari
ancaman ideologi terlarang.
Kapolsek Gondomanan AKP
Basungkawa, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan
yang memadukan refleksi sejarah, keagamaan, dan aksi sosial ini.
"Kegiatan Pengajian PRM
Kauman di Pendopo Pengulon ini merupakan perpaduan antara dakwah persyarikatan,
refleksi sejarah kebangsaan, dan aksi filantropi sosial. Diselenggarakan
bertepatan dengan momen peringatan 30 September, acara ini berfungsi sebagai
sarana konsolidasi umat serta pendidikan ideologis bagi masyarakat untuk
mengenang kembali rekam jejak sejarah sekaligus membentengi generasi muda dari
potensi ancaman ideologi terlarang. Kepolisian hadir untuk memastikan seluruh
rangkaian acara dan pentasyarufan beasiswa LazisMu ini berjalan dengan aman,
tertib, dan kondusif," ujar AKP Basungkawa, S.H., M.H.
Seluruh rangkaian pengamanan
dan kegiatan pengajian edukasi sejarah serta pentasyarufan beasiswa di Pendopo
Pengulon Ngupasan berakhir pada pukul 22.00 WIB dalam situasi yang aman,
tertib, dan penuh khidmat. (Humas Polsek Gondomanan)


No comments:
Write comment