Gondokusuman, Kota
Yogyakarta - Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo, S.H.,
S.I.K., M.Si. bersama jajaranya menghadiri Perayaan Ekaristi Puncak Pesta
Rakyat dalam rangka Peringatan 100 Tahun (1 Abad) Gereja Santo Antonius Padua
Kotabaru di Kompleks Gereja St. Antonius Padua, Jalan I Nyoman Oka No. 18,
Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Sabtu (26/9/2026).
Perhelatan berskala besar
yang mengusung tema "Menjadi Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan"
ini dihadiri sekitar 1.500 hingga 3.000 umat paroki serta tamu undangan lintas
sektor.
Kegiatan bernuansa keagamaan
dan kebudayaan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku
Buwono X, Wali Kota Yogyakarta Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., Kapolda DIY
Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., Dandim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf.
Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I., Ketua DPRD Kota Yogyakarta Fx. Wisnu Sabdonon
Putro, S.H., M.H., Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, S.S.,
M.A., Ignatius Kardinal Suharyo, Pr., Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J., Uskup
Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr., jajaran pengurus gereja,
perwakilan pengurus Masjid Syuhada, perwakilan Gereja HKBP Yogyakarta, serta
tokoh masyarakat dan perwakilan lintas agama.
Rangkaian perayaan diawali
dengan Perayaan Ekaristi (Misa Kudus), dilanjutkan dengan acara Pesta Umat,
pertunjukan musik OMK, pemutaran video rekap perjalanan 100 tahun gereja,
sambutan Romo Paroki, Uskup Agung Semarang, dan Gubernur DIY, hingga pemotongan
tumpeng, pentas kebudayaan Dalijo dkk, serta penampilan pungkasan dari Ndarboy
Genk.
Dalam sambutannya, Romo
Paroki Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, S.J. menekankan pentingnya
merefleksikan keberadaan tiga rumah ibadah yang berdiri berdampingan secara
harmonis di Kotabaru Gereja St. Antonius Padua, Gereja HKBP, dan Masjid
Syuhada sebagai simbol perjumpaan dan persaudaraan sejati. Hal senada disampaikan
Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr. yang menggarisbawahi
semangat mudeli (mengikat kembali) seluruh perjalanan rahmat serta menjaga
gereja tetap terbuka dan peduli bagi kaum yang membutuhkan.
Sementara itu, Gubernur DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa keberadaan Gereja Kotabaru yang
memasuki usia 100 tahun merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota
Yogyakarta. Sultan menegaskan nilai falsafah Hamemayu Hayuning Bawana dan
Sangkan Paraning Dumadi sebagai ajakan untuk merawat keberagaman dan
keharmonisan sosial di tanah DIY.
Guna menjamin keamanan VVIP
dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kotabaru, Polresta Yogyakarta
menurunkan personel gabungan pengamanan terbuka dan tertutup di sekitar lokasi
acara.
Kapolresta Yogyakarta Kombes
Pol Ari Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang aman dan penuh
kedamaian ini.
"Perayaan Ekaristi
Puncak Pesta Rakyat dalam rangka HUT ke-100 Gereja St. Antonius Padua Kotabaru
ini merupakan momentum berharga yang menunjukkan betapa kuatnya kebersamaan,
toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan di Kota Yogyakarta. Tema 'Menjadi Teman
Seperjalanan Dalam Berpengharapan' menjadi pesan yang sangat bermakna bagi
keberlanjutan pelayanan, kepedulian sosial, serta kontribusi positif seluruh
elemen masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah. Jajaran Polresta
Yogyakarta berkomitmen untuk selalu hadir mengawal dan menjamin rasa aman bagi
setiap aktivitas keagamaan dan budaya warga," tegas Kombes Pol Ari
Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si.
Seluruh rangkaian Perayaan
Ekaristi Puncak Pesta Rakyat 1 Abad Gereja St. Antonius Padua Kotabaru yang
berlangsung dari pagi hingga malam hari tersebut berjalan dengan aman, tertib,
lancar, dan situasi Kamtibmas terpantau kondusif dengan pengamanan dari
personil jajaran Polresta Yogyakarta. (Humas Polresta Yogyakarta)


No comments:
Write comment