Kotagede, Yogyakarta -
Sebuah kios penjualan tabung LPG 3 kilogram sekaligus warung makan ramesan
milik Mikawati terbakar di Jalan Purbayan, RT 31 RW 07, Purbayan, Kotagede,
Kota Yogyakarta, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kebakaran pertama kali
diketahui oleh seorang warga, Baharudin, sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu
saksi melihat asap keluar dari bagian atap kios milik korban. Saksi kemudian
memberitahukan kejadian tersebut kepada Septi Puspita yang merupakan anak
korban, sebelum meminta bantuan warga sekitar.
Warga selanjutnya
menghubungi Polsek Kotagede dan petugas pemadam kebakaran Kota Yogyakarta.
Sekitar pukul 05.00 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan
upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB.
Kapolsek Kotagede AKP
Sutarto, S.H., M.M. menjelaskan, sebelum kejadian korban meninggalkan kios pada
Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB untuk pulang ke rumah. Saat
ditinggalkan, kondisi stop kontak masih terpasang dengan colokan freezer,
sementara kabel berada di luar tembok.
"Pada Senin sekitar
pukul 04.30 WIB, saksi melihat asap dari bagian atap kios. Setelah mengetahui
kejadian tersebut, saksi memberitahukan kepada keluarga korban dan meminta
pertolongan warga. Selanjutnya warga menghubungi pihak kepolisian dan pemadam
kebakaran," jelas AKP Sutarto.
Berdasarkan keterangan awal,
kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Dugaan tersebut masih
berkaitan dengan kondisi instalasi listrik di kios yang ditinggalkan dalam
keadaan freezer masih terhubung dengan sumber listrik.
Kios yang terbakar tersebut
selain digunakan untuk menjual tabung LPG 3 kilogram juga menjadi warung makan
ramesan. Saat malam hari, kios biasanya ditinggalkan pemilik dan dalam kondisi
peralatan listrik masih terhubung.
Akibat kejadian tersebut,
sejumlah barang mengalami kerusakan dan terbakar, di antaranya 54 tabung LPG 3
kilogram dengan nilai sekitar Rp8,1 juta, satu freezer box senilai Rp4 juta,
satu showcase sekitar Rp3 juta, satu kipas angin Rp500 ribu, tiga kompor gas
Rp900 ribu, delapan meja sekitar Rp2,4 juta, serta bagian atap genting.
Dalam peristiwa tersebut
tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil masih dalam pendataan lebih
lanjut.
Kapolsek Kotagede mengimbau
masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan instalasi dan peralatan
listrik, khususnya ketika meninggalkan rumah, kios, atau tempat usaha dalam
waktu lama.
"Warga kami imbau untuk
memastikan seluruh peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dicabut
sebelum meninggalkan rumah atau tempat usaha. Periksa kondisi kabel dan stop
kontak secara berkala serta hindari penggunaan instalasi listrik yang sudah
rusak atau tidak layak," imbau AKP Sutarto.
Selain itu, masyarakat yang
menyimpan atau menjual LPG diminta memperhatikan penempatan tabung agar aman,
memiliki sirkulasi udara yang baik, serta menjauhkan tabung dan peralatan
memasak dari sumber panas maupun potensi percikan api.
Dengan kewaspadaan dan
pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik maupun peralatan rumah tangga,
diharapkan kejadian kebakaran serupa dapat dicegah sehingga keselamatan
masyarakat dan lingkungan tetap terjaga. (Humas Polsek Kotagede)


No comments:
Write comment